Tahap Ide
- Mendesign sendiri dengan cara manual memang memberikan kepuasan apabila rencana tersebut terlaksana. Tapi apakah pernah anda bayangkan ?
- Volume actual dibandingkan ketika masih dalam gambar? Pengalaman selama ini, Klien telah menggambar sendiri, ketika pada waktu pelaksanaan pembangunan, hasil di kertas tidak sesuai dengan actual. Dapat dibayangkan apabila gedung ini bertingkat?? Kesalahan di lantai 1 akan berlanjut ke Lantai diatasnya dan seterusnya.
- Apabila batu bata sudah tersusun,diplester dll dan ternyata ada satu Item yang tertinggal, akhirnya tembok harus dibobok kembali . . . ( Bagaimana kalau pembobokan harus dibawah tanah / tembus ke dak diatasnya??? Bagaimana antisipasi kebocoran dl? )
- Apakah Mandor / Tukang2 dapat memberikan Solusi ke “Anda” sebagai pemilik misal tentang aspek Arsitektural, Mekanikal, Elektrikal, Kekuatan Struktur Beton, Paduan Cahaya, Paduan Corak, Paduan Material dan lain lain?
- Apakah arti sebuah kepuasan, keindahan, kemewahan dan terutama sistem yang handal karena matang dalam perencanaan, dibanding bongkar pasang yang terjadi ketika bangunan sudah berdiri ? ( Biaya Perencanaan / Jasa Design akan kami kembalikan 505 kepada pemberi tugas ketika kami ditunjuk jadi kontraktor anda )
- Kontraktor yang mumpuni , harus menguasai banyak bidang sehingga koordinasi lapangan akan mudah dan respon akan cepat
„ Membangun melalui jasa Kontraktor yang memiliki beberapa unit DIVISI sendiri tanpa di SUB kan pekerjaan ke kontraktor lain sehingga dapat menekan biaya adalah Solusi nya“

Kesalahan dalam menentukan layout, perubahan desain saat konstruksi berlangsung, pemilihan material yang tidak tepat, pekerjaan tukang yang tidak berurutan, pembelian material yang tidak terencana, hingga pekerjaan yang harus dibongkar dan dikerjakan kembali dapat menyebabkan biaya membengkak jauh lebih besar daripada yang diperkirakan.
Karena itu, membangun rumah membutuhkan perencanaan, timing, urutan pekerjaan, pengendalian material, dan pengawasan biaya yang baik.
1. MULAI DARI KEBUTUHAN, BUKAN DARI FASAD
Kesalahan yang sering terjadi adalah pemilik rumah langsung mencari gambar rumah yang terlihat menarik di internet. Kemudian desain tersebut dijadikan referensi tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kebutuhan keluarga. Padahal setiap keluarga mempunyai pola kehidupan yang berbeda.
Sebelum berbicara mengenai bentuk bangunan, tentukan terlebih dahulu:
- Berapa jumlah penghuni rumah?
- Apakah keluarga akan bertambah?
- Berapa kamar tidur yang diperlukan?
- Apakah membutuhkan kamar untuk orang tua?
- Apakah membutuhkan kamar tamu?
- Apakah ada kebutuhan ruang kerja?
- Apakah membutuhkan ruang belajar anak?
- Apakah sering menerima tamu?
- Apakah membutuhkan ruang keluarga yang besar?
- Apakah membutuhkan gudang?
- Apakah membutuhkan area laundry?
- Apakah membutuhkan ruang untuk asisten rumah tangga?
- Apakah membutuhkan garasi lebih dari satu kendaraan?
- Apakah ingin memiliki taman?
- Apakah membutuhkan ruang untuk kegiatan tertentu?
Rumah yang baik dimulai dari memahami kehidupan penghuninya. Bukan sebaliknya.
2. TENTUKAN PRIORITAS RUANG
Tidak semua ruangan mempunyai tingkat kepentingan yang sama.
Buat tiga kelompok:
A. Ruang wajib
Ruang yang benar-benar harus tersedia.
Contohnya:
- Kamar tidur utama
- Kamar tidur anak
- Kamar mandi
- Dapur
- Ruang keluarga
- Ruang makan
- Garasi
B. Ruang pendukung
Ruang yang dibutuhkan tetapi masih dapat disesuaikan.
Contohnya:
- Ruang kerja
- Ruang tamu
- Pantry
- Laundry
- Gudang
- Kamar tamu
C. Ruang tambahan
Ruang yang dapat dibuat apabila anggaran dan lahan memungkinkan.
Contohnya:
- Home theater
- Gym
- Kolam renang
- Rooftop
- Ruang hobby
- Bar
- Lounge
- Ruang entertainment
Dengan cara ini, apabila budget harus dikurangi, kita mengetahui bagian mana yang dapat disesuaikan tanpa mengorbankan fungsi utama rumah.
3. JANGAN TERBURU-BURU MEMBUAT FASAD
Fasad memang penting. Namun fasad seharusnya merupakan hasil dari desain keseluruhan, bukan titik awal dari desain.
Urutan berpikir yang lebih sehat adalah:
Kebutuhan → Program ruang → Layout → Sirkulasi → Struktur → MEP → Pencahayaan & penghawaan → Material → Fasad
Bukan:
Fasad → kemudian mencoba memasukkan ruangan ke dalam bentuk tersebut.
Karena ketika bentuk bangunan sudah dipaksakan sejak awal, layout interior sering kali menjadi korban.
4. DESAIN LAYOUT HARUS MEMPERHATIKAN SIRKULASI
Layout yang terlihat bagus di atas kertas belum tentu nyaman digunakan. Perhatikan hubungan antar ruang.
Contohnya:
Garasi → Entrance → Foyer → Ruang Tamu/Ruang Keluarga
dan:
Dapur → Ruang Makan → Service Area
serta:
Kamar Tidur → Kamar Mandi
Sirkulasi penghuni dan sirkulasi servis sebaiknya dipikirkan sejak awal. Semakin baik hubungan antar ruang, semakin nyaman rumah digunakan setiap hari.
5. PISAHKAN SIRKULASI PUBLIC, PRIVATE DAN SERVICE
Salah satu prinsip desain yang sering dilupakan adalah membedakan:
Public Area : Area yang dapat diakses tamu.
Contohnya:
- Entrance
- Foyer
- Ruang tamu
- Ruang makan tertentu
Private Area: Area keluarga.
Contohnya:
- Kamar tidur
- Ruang keluarga
- Ruang kerja pribadi
Service Area: Area pelayanan rumah.
Contohnya:
- Dapur
- Laundry
- Gudang
- Area servis
- Tempat sampah
- Area utilitas
Dengan pembagian ini, aktivitas rumah menjadi lebih tertata dan tidak saling mengganggu.
6. JANGAN MEMBUAT RUMAH TERLALU BANYAK SUDUT DAN BENTUK
Semakin kompleks bentuk bangunan, biasanya semakin kompleks pula:
- Struktur
- Bekisting
- Pekerjaan atap
- Waterproofing
- Finishing
- Detail sambungan
- Pekerjaan tukang
Bentuk yang sederhana bukan berarti harus terlihat murah. Desain minimalis yang direncanakan dengan baik dapat terlihat sangat elegan. Kemewahan tidak selalu berasal dari banyaknya ornamen.
Kemewahan dapat muncul dari:
- Proporsi
- Komposisi
- Material
- Detail
- Pencahayaan
- Landscape
- Kerapian konstruksi
7. BUAT DESAIN SEBELUM MEMBANGUN
Jangan menjadikan rumah sebagai tempat untuk bereksperimen. Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, idealnya sudah tersedia:
- Konsep desain
- Denah
- Tampak
- Potongan
- Detail arsitektur
- Rencana struktur
- Rencana listrik
- Rencana plumbing
- Rencana AC
- Rencana pencahayaan
- Rencana material
- Detail interior yang penting
- Bill of Quantity/RAB
Semakin banyak keputusan yang sudah dibuat sebelum pembangunan, semakin kecil kemungkinan terjadi perubahan mahal di lapangan.
8. “KESALAHAN YANG DIPERBAIKI DI ATAS KERTAS JAUH LEBIH MURAH DARIPADA KESALAHAN YANG DIPERBAIKI SETELAH BANGUNAN BERDIRI.”
Satu perubahan kecil dapat menghasilkan biaya berantai. Karena itu: Semakin matang keputusan dibuat sebelum konstruksi, semakin besar potensi penghematan biaya.
9. BUAT BUDGET SEBELUM MEMBUAT DESAIN FINAL
Jangan membuat desain rumah terlebih dahulu lalu bertanya: “Kira-kira habis berapa?” Lebih aman menentukan: “Saya memiliki budget sekian. Rumah seperti apa yang dapat dibuat secara optimal dengan budget tersebut?” . Dengan demikian desain dapat disesuaikan dengan kemampuan investasi.
Budget sebaiknya dibagi menjadi:
- Pekerjaan struktur
- Arsitektur
- MEP
- Interior
- Furniture
- Landscape
- Pagar dan gerbang
- Infrastruktur luar bangunan
- Perizinan
- Konsultan
- Cadangan biaya
10. JANGAN HANYA MENGHITUNG BIAYA BANGUNAN
Banyak pemilik rumah hanya menghitung: Luas bangunan × harga per m². Padahal biaya rumah tidak hanya berasal dari bangunan utama.
Pertimbangkan juga:
- Pagar
- Gerbang
- Carport
- Landscape
- Drainase
- Septic tank
- Ground tank
- Pompa
- Tangki air
- AC
- Kitchen
- Built-in furniture
- Lampu
- Gordyn
- Smart home
- CCTV
- Internet
- Peralatan rumah tangga
Hal-hal tersebut dapat menjadi biaya tambahan yang cukup besar.
11. MATERIAL MAHAL BELUM TENTU LEBIH BAIK
Kesalahan lainnya adalah menganggap material mahal otomatis menghasilkan rumah yang lebih baik. Yang lebih penting adalah:
Apakah material tersebut tepat untuk fungsi dan lokasi penggunaannya?
Material harus dinilai berdasarkan:
- Harga
- Durability
- Maintenance
- Ketersediaan
- Kemudahan pemasangan
- Ketersediaan tenaga ahli
- Umur pakai
- Tampilan
- Kesesuaian dengan konsep desain
Material murah yang sering rusak justru dapat menjadi mahal dalam jangka panjang. Sebaliknya, material yang sedikit lebih mahal tetapi memiliki umur pakai panjang dapat lebih ekonomis.
12. JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN MATERIAL BERBEDA
Semakin banyak jenis material yang digunakan, semakin kompleks:
- Pembelian
- Penyimpanan
- Pengiriman
- Pemotongan
- Pemasangan
- Maintenance
Misalnya untuk lantai, tidak selalu diperlukan banyak jenis keramik hanya untuk membuat variasi. Gunakan material secara strategis.
Sedikit material yang tepat dapat menghasilkan desain yang jauh lebih elegan daripada banyak material yang tidak memiliki hubungan.
13. BUAT MATERIAL SCHEDULE
Sebelum membeli material, buat daftar yang jelas.
Contohnya:
| Material | Spesifikasi | Volume | Supplier | Harga | Lokasi |
| Keramik | 60 × 120 | xxx m² | Supplier A | Rp xxx | Lantai |
| Cat | Interior | xxx liter | Supplier B | Rp xxx | Interior |
| Sanitary | Premium | xx unit | Supplier C | Rp xxx | Bathroom |
Dengan cara ini pembelian dapat dikontrol dan perbandingan harga menjadi lebih mudah.
14. HATI-HATI DENGAN BIAYA TUKANG
Dalam pembangunan rumah dan gedung lain, biaya tenaga kerja dapat menjadi komponen yang sangat besar. Sekitar 40% – 50% seluruh biaya pembangunan dapat tersedot kesini jika anda tidak hati hati dan kurang expert dalam manajemen waktu
Besarnya sangat tergantung pada:
- Sistem pembayaran
- Lokasi
- Kompleksitas desain
- Jenis pekerjaan
- Durasi proyek
- Produktivitas
- Jumlah tenaga kerja
- Pengawasan
- Metode kontrak
Dalam proyek tertentu, tenaga kerja dapat menjadi komponen biaya yang sangat signifikan dan, bila tidak dikelola dengan baik, dapat membengkak.
Karena itu jangan hanya bertanya:
“Berapa harga tukangnya?”
Tetapi tanyakan juga:
“Berapa lama pekerjaan ini selesai dan berapa output yang dihasilkan setiap hari?”
15. JANGAN MEMBIARKAN TUKANG MENUNGGU
Ini salah satu sumber pemborosan yang sering tidak terlihat.
Misalnya tukang sudah datang tetapi:
- Material belum tersedia
- Gambar belum selesai
- Keputusan pemilik belum dibuat
- Pekerjaan sebelumnya belum selesai
- Tukang lain belum menyelesaikan pekerjaannya
Akibatnya tenaga kerja tetap dibayar tetapi produktivitas rendah.
Tukang yang menunggu tetap menghabiskan biaya.
Karena itu jadwal proyek harus disusun sedemikian rupa agar pekerjaan dapat berjalan secara berurutan.
16. URUTAN PEKERJAAN SANGAT MEMPENGARUHI BIAYA
Secara umum, pembangunan rumah harus memiliki urutan yang logis.
Contoh sederhana:
Tahap 1 — Persiapan
- Pengukuran
- Pembersihan lahan
- Direksi/area kerja
- Persiapan listrik dan air kerja
Tahap 2 — Struktur
- Pondasi
- Sloof
- Kolom
- Balok
- Plat lantai
- Struktur atap
Tahap 3 — Dinding
- Pasangan dinding
- Plester
- Acian
Tahap 4 — MEP
- Plumbing
- Listrik
- AC
- Internet
- CCTV
- Sistem lainnya
Tahap 5 — Finishing
- Lantai
- Plafon
- Cat
- Pintu
- Sanitary
- Kitchen
- Built-in
Tahap 6 — Exterior
- Landscape
- Pagar
- Carport
- Drainase
- Lampu luar
Urutan aktual dapat berbeda sesuai desain, metode konstruksi, dan kondisi proyek.
Yang penting adalah setiap pekerjaan direncanakan agar tidak saling mengganggu dan tidak perlu dikerjakan ulang.
17. JANGAN MEMANGGIL TERLALU BANYAK TUKANG SEKALIGUS
Jumlah tenaga kerja harus mengikuti kebutuhan pekerjaan. Terlalu sedikit tukang menyebabkan proyek lambat.
Terlalu banyak tukang menyebabkan:
- Area kerja sempit
- Produktivitas turun
- Saling mengganggu
- Material berantakan
- Pengawasan sulit
- Biaya tenaga kerja meningkat
Yang dicari bukan jumlah tukang sebanyak mungkin. Yang dicari adalah: jumlah tukang yang tepat pada waktu yang tepat. Dan sesuai keahliannya. Tukang batu adalah ahli dalam membangun pondasi , kolom, menata bata dan sejenis nya. Tukang batu jika dipaksa merapikan sponengan dan yang bukan keahliannya, siap siap anda akan memboroskan biaya tambahan
18. PENGAWASAN BUKAN HANYA MEMERIKSA HASIL
Pengawasan yang baik harus memeriksa:
Quality. Apakah pekerjaan sesuai gambar dan spesifikasi?
Quantity. Apakah volume pekerjaan sesuai?
Time : Apakah pekerjaan sesuai jadwal?
Cost : Apakah biaya sesuai budget?
Safety : Apakah pekerjaan dilakukan dengan aman?
Jadi pengawasan bukan hanya mencari kesalahan tukang. Pengawasan adalah mengendalikan proyek agar tetap berada pada jalurnya.
19. HINDARI PERUBAHAN DESAIN DI TENGAH KONSTRUKSI
Perubahan kecil sering terlihat tidak berbahaya.
Misalnya: “Sekalian saja jendelanya diperbesar.”
Kemudian ternyata:
- Struktur berubah
- Dinding berubah
- Kusen berubah
- Curtain berubah
- Finishing berubah
- Harga bertambah
- Waktu bertambah
Karena itu setiap perubahan harus dianalisis: Apa dampaknya terhadap biaya, waktu, material, struktur dan pekerjaan lainnya?
20. BUAT CHANGE ORDER
Jika pemilik ingin melakukan perubahan, jangan hanya mengatakan kepada tukang: “Pak, yang ini diubah saja.” Buat catatan perubahan.
Minimal mencatat:
- Pekerjaan yang berubah
- Alasan perubahan
- Tambahan biaya
- Pengurangan biaya
- Tambahan waktu
- Persetujuan pemilik
Dengan demikian biaya proyek dapat dipertanggungjawabkan.
21. BELI MATERIAL DENGAN TIMING YANG TEPAT
Terlalu cepat membeli material juga tidak selalu menghemat.
Risikonya:
- Material rusak
- Material hilang
- Material berubah spesifikasi
- Material membutuhkan tempat penyimpanan
- Cash flow terganggu
Terlalu lambat juga berbahaya karena tukang dapat menunggu.
Jadi prinsipnya: Material datang pada saat dibutuhkan, dalam jumlah yang tepat, dengan spesifikasi yang sudah dipastikan.
22. KONTROL PEMBELIAN MATERIAL
Sebaiknya setiap pembelian dicatat.
Minimal:
- Tanggal
- Material
- Spesifikasi
- Jumlah
- Harga satuan
- Total
- Supplier
- Ongkos kirim
- Penerima barang
Hal ini sederhana tetapi sangat membantu mengetahui ke mana uang proyek digunakan.
23. JANGAN TERLALU TERGIUR HARGA TERMURAH
Harga termurah belum tentu biaya termurah.
Contohnya: Supplier A: Rp100.000/unit
Supplier B: Rp110.000/unit
Tetapi supplier A membutuhkan:
- Ongkos kirim lebih mahal
- Minimum order besar
- Waktu pengiriman lebih lama
- Risiko material rusak lebih tinggi
Maka harga sebenarnya harus dihitung berdasarkan total landed cost, bukan hanya harga barang.
24. PIKIRKAN MAINTENANCE SEJAK AWAL
Rumah tidak selesai ketika serah terima. Rumah akan digunakan selama puluhan tahun. Karena itu pertimbangkan:
- Kemudahan membersihkan kaca
- Akses maintenance AC
- Akses pompa
- Akses tangki air
- Akses instalasi listrik
- Kemudahan mengganti lampu
- Waterproofing
- Drainase
- Talang
- Material exterior
Desain yang bagus adalah desain yang bagus ketika selesai dan tetap masuk akal ketika dirawat bertahun-tahun kemudian.
25. INVESTASIKAN PADA HAL YANG SULIT DIUBAH
Ada beberapa bagian rumah yang sebaiknya jangan terlalu dihemat:
- Struktur
- Waterproofing
- Plumbing yang tertanam
- Instalasi listrik
- Drainase
- Atap
- Insulasi yang diperlukan
- Ventilasi
- Detail konstruksi penting
Sedangkan beberapa elemen kosmetik relatif lebih mudah diganti kemudian.
Contohnya:
- Lampu dekoratif
- Furniture
- Artwork
- Dekorasi
- Beberapa finishing interior
Prinsip sederhananya: Jangan menghemat pada bagian yang sulit dibongkar dan mahal untuk diperbaiki.
26. BUAT PRIORITAS BUDGET
Jika budget terbatas, jangan langsung menurunkan kualitas seluruh bangunan.
Buat prioritas.
PRIORITAS 1 Keselamatan dan struktur.
PRIORITAS 2 Fungsi dan kenyamanan.
PRIORITAS 3 Kualitas material yang sulit diganti.
PRIORITAS 4 Efisiensi energi dan maintenance.
PRIORITAS 5 Estetika dan dekorasi.
Bukan berarti estetika tidak penting. Tetapi estetika dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan budget.
27. RUMAH MEWAH TIDAK HARUS MAHAL
Kemewahan tidak selalu berarti menggunakan material paling mahal. Rumah dapat terlihat premium melalui:
- Proporsi bangunan
- Kesederhanaan bentuk
- Material yang konsisten
- Pencahayaan
- Landscape
- Detail sambungan
- Kualitas workmanship
- Kerapian
- Warna
- Furnitur yang tepat
Luxury adalah tentang kualitas keputusan, bukan sekadar harga material.
28. GUNAKAN DESAIN YANG DAPAT BERKEMBANG
Jika budget belum memungkinkan membangun seluruh rencana, desain dapat dibuat bertahap.
Contohnya:
Tahap 1 Bangunan utama.
Tahap 2 Ruang tambahan.
Tahap 3 Landscape.
Tahap 4 Kolam renang.
Tahap 5 Entertainment area.
Yang penting sejak awal sudah dipikirkan agar pengembangan berikutnya tidak merusak bangunan yang sudah selesai.
29. BUAT CASH FLOW PROYEK
Jangan hanya mengetahui total biaya. Anda juga harus mengetahui kapan uang tersebut dibutuhkan.
Misalnya:
| Tahap | Perkiraan Kebutuhan |
| Persiapan | 5% |
| Struktur | 25% |
| Dinding & atap | 20% |
| MEP | 15% |
| Finishing | 25% |
| Exterior | 10% |
Angka di atas hanya contoh dan harus disesuaikan dengan proyek.
Cash flow membantu pemilik mengetahui kapan harus menyiapkan dana sehingga proyek tidak berhenti di tengah jalan.
30. SIAPKAN CONTINGENCY BUDGET
Dalam pembangunan selalu ada kemungkinan kondisi tidak terduga.
Misalnya:
- Kondisi tanah berbeda
- Harga material berubah
- Perubahan kecil
- Kerusakan material
- Pekerjaan tambahan
- Kondisi existing
- Kenaikan ongkos transportasi
Karena itu sebaiknya tersedia cadangan biaya proyek. Besarnya perlu ditentukan berdasarkan tingkat ketidakpastian proyek, bukan sekadar menggunakan angka yang sama untuk semua rumah.
31. GUNAKAN CHECKLIST SEBELUM PEKERJAAN DIMULAI
Sebelum tukang mulai bekerja, pastikan:
☐ Denah sudah final
☐ Tampak sudah final
☐ Struktur sudah jelas
☐ Posisi kolom sudah jelas
☐ Posisi tangga sudah jelas
☐ Posisi kamar mandi sudah jelas
☐ Plumbing sudah direncanakan
☐ Listrik sudah direncanakan
☐ Posisi AC sudah dipikirkan
☐ Material utama sudah ditentukan
☐ RAB sudah dibuat
☐ Jadwal proyek sudah dibuat
☐ Sistem pembayaran sudah disepakati
☐ Pengawasan sudah ditentukan
☐ Mekanisme perubahan pekerjaan sudah disepakati
Semakin lengkap persiapan, semakin kecil kemungkinan proyek berjalan berdasarkan keputusan spontan.
32. PRINSIP UTAMA: HEMAT BUKAN BERARTI MURAH
Dalam pembangunan rumah terdapat perbedaan besar antara:
Cheap dan Cost Efficient. Murah berarti harga awal rendah. Efisien berarti mendapatkan hasil terbaik dari setiap rupiah yang dikeluarkan. Contohnya:
- Material murah tetapi cepat rusak → belum tentu efisien.
- Tukang murah tetapi pekerjaan lambat → belum tentu efisien.
- Desain murah tetapi sulit dirawat → belum tentu efisien.
- Rumah besar tetapi banyak ruang tidak digunakan → belum tentu efisien.
Sebaliknya:
Desain tepat + material tepat + urutan pekerjaan tepat + pengawasan tepat = biaya lebih terkendali.
33. RUMAH YANG BAIK ADALAH HASIL DARI PERENCANAAN YANG BAIK
Pada akhirnya, membangun rumah bukan perlombaan untuk mendapatkan harga termurah. Tujuannya adalah mendapatkan keseimbangan antara:
- DESIGN
- FUNCTION
- QUALITY
- COST
- TIME
- MAINTENANCE
- dan
- LONG-TERM VALUE
Ketika keenam aspek tersebut direncanakan sejak awal, pemilik rumah akan memiliki kontrol yang jauh lebih baik terhadap hasil akhir proyek.
PENUTUP
Membangun rumah adalah investasi yang besar dan biasanya dilakukan hanya beberapa kali dalam hidup.
Karena itu, jangan hanya bertanya: “Berapa biaya membangun rumah?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Bagaimana cara mendapatkan rumah yang tepat, nyaman, berkualitas, mudah dirawat, dan sesuai budget?”
Perencanaan yang baik bukan berarti membuat rumah menjadi mahal.
Justru sebaliknya.
Perencanaan yang baik membantu mencegah biaya yang tidak perlu.
Mulai dari konsep, layout, struktur, MEP, pemilihan material, RAB, urutan pekerjaan, pengadaan material, hingga pengawasan tenaga kerja harus dipikirkan sebagai satu kesatuan.
Karena pada akhirnya: Biaya terbesar bukan selalu berasal dari material yang mahal.
Biaya terbesar sering muncul dari keputusan yang terlambat, pekerjaan yang salah, dan pekerjaan yang harus diulang.
Plan Before You Build. Untuk jenis gedung lain seperti hotel apalagi Rumah Sakit, anda harus betul betul yakin bahwa anda memang ahli dalam perencanaan Gedung yang akan anda bangun . Saya sarankan, silahkan hubungi orang orang yang ahli di bidangnya

